Hari minggu yang lengang, cuaca yang
cerah, siang yang sangat tepat bagi anak-anak Tuhan datang memenuhi tempat
ibadah raya A2G mahasiswa barat untuk memuji memuliakan Dia kembali, serta
merayakan kemenangan bersamaNya. Sungguh anggur baru tercurah & minyak baru
mengalir diantara tiap anak-anakNya saat pujian & penyembahan
dikumandangkan dari aula prisma sports club, begitu juga lawatan yang dirasakan
oleh masing-masing kami ditempat itu.
Jamahan Tuhan semakin terasa saat Kak
Basuki, seorang pemimpin ibadah raya & seorang yang tidak asing dalam
memberikan dampak besar bagi anak-anak muda A2G saat ia masih memimpin ibadah
mahasiswa. Ia juga memiliki peran yang begitu besar dalam hal LSD (love, sex
& date) yang kerap dialami mahasiswa, bahkan dewasa muda hingga yang sudah
berkeluarga & hari itu Kak Basuki membagikan beberapa pengalamannya dalam
menghadapi kasus LSD anak-anak Tuhan yang begitu terkait dengan firmanNya siang
itu.
Kak Basuki mengungkapkan siang itu bahwa
hidup kita sekarang ini sudah berada dipenghujung dari akhir jaman,
dibuktikannya dengan kejadian-kejadian yang sedang terjadi selama ini seperti
yang dikatakan dalam alkitab, seperti gempa, air bah yang berupa tsunami, juga
krisis ekonomi, moralitas, hingga munculnya anti kristus serta nabi-nabi palsu.
Namun kesimpulan dari keberadaan penghujung dari akhir jaman ada pada akhir
sabda Tuhan dalam
Matius 24:14 “Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan
di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba
kesudahannya.”
Saat ini sudah begitu banyaknya channel
TV kristiani, bgitu juga siaran-siaran radio yang tiap harinya menyiarkan
beritaNya, bahkan sarana-sarana untuk kita mendengar firmanNya sperti video,
dan lain-lainnya, hal ini merupakan gambaran nyata dari akhir sabda Tuhan.
Namun Kak Basuki menggaris bawahi satu
pertanyaan dasar dari ayat ini “Sudah menjadi kesaksiankah injil yang
diberitakan, terutama oleh kita anak-anak muda Allah?” Begitu banyak anak Allah
yang menghadapi keterikatan, serta masalah dalam hal LSD & lebih mengerikan
lagi saat Kak Basuki menemukan fakta bahwa gereja saat ini bagitu banyak
dipenuhi tidak hanya orang-orang kudus saja yang ada didalamnya, tapi juga
begitu banyak dosa, bahkan dosa yang tidak ada dalam komunitas orang-orang yang
belum percaya Yesuspun ada didalam gereja sekarang ini. Seperti yang tidak
jarang kita temui anak-anak Tuhan yang begitu terlibat dalam pelayanan digereja
namun terikat dengan dosa homosexual.
Kak Basuki menceritakan pengalamannya
dalam menghadapi orang-orang disekelilingnya yang terikat dengan dosa
homosexualitas saat mereka mau berkomitmen untuk mengambil tindakan hidup suci,
sekalipun prosesnya berat & mengalami pendisiplinan rohani, namun akhirnya
Kak Basuki mampu mendorong mereka mendapatkan hubungan lawan jenis yang layak
dihadapan Tuhan. Bukan hanya dosa sexual saja, Kak Basuki juga bercerita
bagaimana saat ia harus dipukuli teman-temannya saat ia berkomitmen tidak
memberikan contekan selama ia kuliah, namun alhasil ia & empat orang
temannya yang bersih kukuh memegang komitmen itu yang mendapatkan prestasi yang
luar biasa, meskipun harus mengalami penganiayaan fisik. Dalam hal ini Kak
Basuki mengajak kita untuk memegang komitmen kehidupan suci kita benar-benar
sekalipun kita dianiaya, tapi dapat membuat hidup kita menjadi kesaksian bagi
sekeliling kita. Milikilah keberanian untuk kembali seperti Daud yang suda
berzinah dengan istri orang & mencoba membunuh suaminya, namun mau
meninggalkan tindakan dosanya
Efesus 5:15 “Karena itu, perhatikanlah dengan
saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti
orang arif”
Siang itu Kak Basuki juga memberikan
statement bahwa begitu banyaknya dosa yang kita lakukan berasal dari pikiran
kita & ia mendorong agar kita memiliki pengertian yang benar dalam Tuhan.
Kak Basuki menekankan delapan langkah kejatuhan dalam dosa yang perlu kita
waspadai, seperti yang diungkapkan dalam Efesus 4:17-19
1. Pikiran
yang sia-sia
2. Pengertian
yang gelap, atau sesat terhadap pesan Tuhan
3. Jauh
dari hidup persekutuan dengan Allah
4. Berpikir
& berlaku bodoh
5. Menjadikan
pikiran kita degil (keras kepala)
6. Membuat
perasaan kita tumpul
7. Menyerahkan
hidup kita pada hawa napsu
8. Mengerjakan
dengan serakah segala macam pencemaran
& dosa.
Kak Basuki menutup share & firmanNya
dengan mendoakan yang mulai terjerat dengan dosa & yang terikat dengan
pencemaran tubuh & pikirannya. Setelah melakukan perjamuan kudus, ibadah
raya siang itu ditutup oleh Kak Darwin yang mengingatkan juga untuk kita semua
datang ke grand final pesta generasi serta perayaan ulang tahun A2G yang ketiga
hari sabtu & minggu tanggal 26-27 Juni 2010 di gedung tenis indoor senayan
untuk memuliakan Tuhan lebih lagi. Have a nice Sunday & see y’all
there… ^_^
(&ndrew)